Selasa, 24 Juni 2008

"Biofuel" Energi Alternatif Ramah Lingkungan

BiofuelMasalah energi alternatif saat ini menjadi perbincangan yang ramai di masyarakat. Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Indonesia telah menggugah masyarakat bahwa Indonesia sangat bergantung pada minyak bumi sehingga perlu dicarikan solusi energi alternatif yang sesuai untuk Indonesia.

Pabrikan mobil dunia sudah belajar dari krisis minyak bumi dengan mengembangkan teknologi mesin canggih yang mampu menggantikan mesin konvensional. Untuk itu pengembangan biofuel sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil perlu kerja sama dari semua pihak, termasuk pemerintah, industri otomotif dan swasta. rena tidak mengandung sulfur. Biofuel adalah setiap bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian. Ada dua macam jenis biofuel yang bisa dikembangkan yaitu ethanol dan biodiesel.

Ethanol berasal dari alkohol yang strukturnya sama dengan bir atau minuman anggur. Ethanol dapat dipergunakan untuk menggerakkan mesin berbahan bakar bensin. Sedangkan untuk mesin diesel, bisa mempergunakan bahan bakar jenis biodiesel yang diproduksi dari senyawa kimia bernama alkyl esters yang bisa diperoleh dari lemak nabati. Bahan esters ini memiliki komposisi yang sama dengan bahan bakar diesel solar, bahkan lebih baik nilai cetane-nya dibandingkan solar.

Sebagai bahan bakar cair, biodiesel sangat mudah digunakan dan dapat langsung dimasukkan ke dalam mesin diesel tanpa perlu memodifikasi mesin. Selain itu, dapat dicampur dengan solar untuk menghasilkan campuran biodiesel yang ber-cetane lebih tinggi. Biodiesel pun sudah terbukti ramah lingkungan

http://www.situsotomotif.com/berita%11otomotif/umum/%22biofuel%22-energi-alternatif-ramah-lingkungan/

Jangan Sembarangan Cat Mobil Anda

Pengecatan MobilCat merupakan salah satu bagian utama dari penampilan sebuah mobil. Warna memberikan nilai kepribadian pada mobil tetapi kualitas cat memberikan faktor mewah (elegant) pada mobil kesayangan anda.


Ada dua jenis bahan dasar cat yang biasa digunakan dalam pengecatan sebuah mobil. Pertama, adalah NC (Nitro Cellulose), kedua, adalah PU (Poly Urethane). Sesuai dengan sifat dasarnya, NC biasanya digunakan untuk mobil-mobil sederhana, seperti pickup, truck angkutan umum, dsb., sementara PU untuk mobil mewah seperti kendaraan pribadi.

Contoh dari cat NC adalah cat Kuda Terbang sedangkan jenis PU adalah Spies Hecker. Masih banyak merk-merk lain dapat ditemukan di pasaran dengan kualitas yang berbeda walaupun sama jenisnya. Tetapi kedua merk inilah yang paling banyak ditemukan di pasaran.


Bahan dasar NC.
Merupakan bahan cat yang murah dan mempunyai beberapa kelemahan mendasar; antara lain kurang mengkilat (glossy) dan cepat pudar. Namun jenis ini memiliki keunggulan yang cukup memikat yaitu sifatnya yang 'instant'. Tidak perlu menunggu lama, cukup beberapa menit mobil yang dicat bisa dipakai kembali. Oleh karena itu cat ini menjadi pilihan favorit bengkel-bengkel kecil yang biasa menangani kendaraan non-pribadi.


Bahan dasar PU.
Merupakan bahan cat yang mahal. cat PU biasanya disebut dengan cat oven karena proses pengeringannya memakai oven. Tanpa teknik oven proses pengeringan memakan waktu lama dan sering membuat kendala tersendiri. Tetapi dengan menggunakan teknik oven, proses pengeringan hanya butuh 60 menit saja. Beberapa kelebihan cat PU dibandingkan cat NC antara lain memiliki daya kilat yang tinggi, daya tutup bagus dan keras, lebih tahan terhadap goresan, dan tahan lama. Bagi pemilik kendaraan yang mengutamakan kualitas, sudah pasti cat jenis inilah yang dipilih meskipun ia harus membayar mahal. Biasanya mobil baru dari pabrik menggunakan bahan dasar PU dan dapat bertahan hingga tahunan.


Keawetan cat mobil ditentukan juga dengan bagaimana cara anda merawat dan melindungi cat body kendaraan anda agar terbebas dari berbagai masalah. Sayangnya pemilik mobil pada umumnya minim informasi sehingga sering kali tidak sadar bahwa yang dilakukannya dapat berakibat buruk pada mobilnya. Misalnya saja dengan menggunakan obat poles.


Banyak pemilik mobil memilih menggunakan obat poles untuk menjaga kualitas cat mobilnya. Memang, dengan cara ini hasilnya akan langsung terlihat. Namun lama-kelamaan obat poles itu justru akan memudarkan cat mobil. Hal ini dikarenakan campuran bahan kimia yang dikandung obat poles tersebut. Sepintas, mobil terlihat berkilau. Namun, jika berisiko terhadap kerusakan cat mobil, sebaiknya dihindari dari awal.


http://www.situsotomotif.com/tips/perawatan/jangan-sembarangan-cat-mobil-anda/


Tips Hemat BBM

Tips Hemat BBM Pemerintah secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak secara keseluruhan diatas 28%, harga premiun semula Rp. 4500,- menjadi Rp. 6000,- solar dari Rp. 4300,- menjadi Rp. 5500,-, dan minyak tanah dari Rp. 2000,- menjadi 2500,-.

Harga baru ini jelas membuat banyak pengguna kendaraan (pribadi) merasa kelabakan memberi “minum” tunggangan kesayangannya. Jadi kalau dulu dengan uang Rp 100.000,- anda mendapat bensin premium 22.22 liter sekarang hanya mendapat sekitar 16.67 liter saja. Perbedaannya adalah 5.55 liter. Jadi bila kendaraan anda dapat menempuh jarak 13 km per liter artinya sekarang anda kehilangan jarak tempuh sejauh 72.15 km padahal jarak tempuh sebesar ini besar artinya terutama untuk city driving.

Untuk mengurangi efek kerugian diatas pengguna kendaraan terpaksa mensiasati penggunaan kendaraannya alias berhemat. Berikut kami uraikan beberapa tips untuk menghemat konsumsi BBM anda agar dia tidak cepat haus:
  • Servis dan ganti oli mesin dan trasnmisi secara berkala sesuai yang disarankan oleh dealer/ATPM kendaraan anda.
    Keterlambatan akan mengurangi performa dan mengakibatkan pemborosan.

  • Gunakan tenaga mesin anda dengan bijaksana.
    Jangan menginjak pedal gas dengan dalam secara tiba-tiba untuk menghasilkan akselerasi yang tidak diperlukan. Tindakan ini secara signifikan mempengaruhi konsumsi bahan bakar.

  • Minimalisasi penginjakan pedal rem.
    Laju kendaraan dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar. Bila anda sering-sering menginjak pedal rem sama saja anda telah membuang laju yang dihasilkan dan anda kehilangan jarak tempuh yang seharusnya (bila tidak menginjak rem).

  • Periksa kendaraan sebelum anda beraktivitas.
    Perhatikan juga hal-hal kecil seperti tekanan ban, pemeriksaan accu, pengisian air radiator, pastikan semua dalam keadaan normal dan dapat bekerja dengan baik.

  • Hindari kemacetan.
    Sebaiknya sebelum anda bepergian anda merencanakan jalur mana yang akan anda tempuh sekalian anda menyiapkan rute alternatif untuk menghindari kemacetan. Atau mungkin anda dapat memilih waktu yang lebih baik untuk menghindari rush hour (jam padat).

  • Kurangi '”lemak” pada kabin mobil.
    Singkirkan barang-barang yang tidak diperlukan dari dalam mobil. Kelebihan beban membuat kendaraan anda menjadi berat sehingga boros penggunaan bahan bakar.


Semoga tips ini membantu anda mendapatkan kembali sebagian jarak tempuh yang dicuri oleh kelangkaan minyak bumi.


http://www.situsotomotif.com/tips/lain%11lain/tips-hemat-bbm/


BMW meluncurkan produk seri 6 Convertible dan seri 3 Coupe

Bmw Seri 6Belum lama ini PT. BMW Indonesia kembali memperkenalkan dua varian seri 6 dan 3, dengan segmentasi pecinta mobil yang bergaya progrsif, eksklusive dan individual. Ini merupakan langkah yang memperkokoh posisi BMW di Indonesia dan mempertajam citra BMW sebagai merk mobil paling menawan dan menarik di Indonesia.

BMW Seri 6 Convertible hadir dengan eksterior dan interior yang lebih sempurna dengan mengusung inovasi teknologi terkini.Interior kuda besi ini dibalut kulit berteknologi SunReflective yang sanggup membuat suhu 20 derajat Celcius lebih sejuk. Pemilik juga dimanjakan dengan entertainment iPod dan MP3 sudah tersedia lengkap di dalamnya.

Untuk atapnya, Seri 6 Convertible menggunakan lapisan peredam panas dan suara dari bahan busa polyurethane (PUR) di antara dua lapisan berbahan karet pada sisi dalam dan luarnya. Feature convertible dikendalikan dengan tombol pada panel instrumen dan remote control. Atap mobil bisa dibuka-tutup sambil melaju pada kecepatan 30 km per jam dengan waktu prosesmasing-masing 25 detik.

Spesifikasi seri 6 Convertible antara lain:


BMW Seri 6 Convertible ini diberi label harga Rp. 1,557 milyar off-the-road.

Bmw Seri 3 BMW Seri 3 Coupe, dibandingkan dengan saudaranya seri 3 ini tampil dengan kesan sporty dan mempesona. Bagian depan mulai dari grille, lampu dan detil lekukan pada kabin mesin mobil ini tampil serba baru. Secara kasat mata pun terlihat tampilannya yang lebih rendah dan lebih lebar.

Spesifikasi BMW Seri 3 Coupe antara lain:

  • Mesin 6 silinder
  • Kapasitas Mesin 3000 cc
  • 258 Hp pada 6600 rpm
  • Torsi maksimum 300 Nm pada 2500 rpm
  • Kemampuan akselerasi 6,5 detik dari 0-100 km/jam
  • Konsumsi bahan bakarnya adalah 1 : 11 (liter/km)
  • Adaptive headlight dan turning light function
  • Automatic seatbelt feed
  • Anti-lock Brake Control System (ABS)
  • Dry Braking
  • Automatic Stability Control (ASC)
  • Dynamic Traction Control (DTC)
  • Cornering Brake Control (CBC)
  • Active Steering
  • Cruise Control


BMW Seri 3 Coupe ini berharga Rp. 1,086 milyar off-the-road.

Kedua model baru BMW ini hadir dalam jumlah yang terbatas. Konsumen pun dapat memilih fitur maupun warna sesuai dengan seleranya tersendiri. Pesanan para konsumen akan terpenuhi dalam jangka waktu 4 (empat) bulan ke depan. Dan sebagai tambahan informasi, 2 (dua) mobil yang menjadi display peluncuran BMW Seri 6 Convertible dan BMW Seri 3 Coupe terbaru sudah ada peminatnya.

BMW Indonesia meyakinkan bahwa semua produk BMW di Indonesia telah disesuaikan secara teknis dengan karakter jalan raya, iklim, serta kualitas bahan bakar di Indonesia.


http://www.situsotomotif.com/berita%11otomotif/produk-baru/bmw-meluncurkan-produk-seri-6-convertible-dan-seri-3-coupe/


i-DSI vs i-VTEC Honda Jazz

mesin-jazz-sml.jpgMesin tipe L Honda

Seri L merupakan tipe mesin 4-silinder yang diciptakan oleh Honda. Mesin ini mempunyai bermacam varian: 1.2, 1.3, dan 1.5 L, yang mengusung nama L12A, L13A, dan L15A. Mesin dengan tipe inilah yang terdapat pada Honda Jazz.
Dua buah tipe valvetrain dihadirkan pada seri mesin ini. L12A, L13A, dan satu dari varian L15A menggunakan i-DSI atau “intelligent Dual & Sequential Ignition”. Mesin ini menggunakan 2 busi per silinder. Valvetrain lain yang digunakan adalah VTEC pada salah satu dari mesin seri L15A. Mesin ini diharapkan dapat meningkatkan performa dibandingkan efisiensi yang mampu mencapai torsi puncak pada rpm tinggi. Tapi, masih tetap menawarkan kombinasi yang bagus baik untuk performa maupun hemat bahan bakar. Untuk i-DSI mempunyai rasio kompresi 10.8:1 dan VTEC 10.4:1.

I-VTECH®
Intelligent Variable Timing and lift Control (i-VTEC®) merupakan peningkatan dari sistem perubahan valve-timing, yang menawarkan peningkatan tenaga dengan rpm-tinggi, pengurangan emisi gas buang dan irit bahan bakar. Katup intake terbuka lebih lama dan lebih dalam hingga 4500 rpm untuk mendapatkan aliran udara pada rpm tinggi. i-VTEC menambahkan Variable Timing Control (VTC), yang meningkatkan perputaran camshaft ke mesin rpm mesin untuk dapat mengoptimalkan valve timing dengan jarak blayer.

i-VTEC memperkenalkan fase perubahan camshaft secara terus menerus pada kem intake dari mesin DOHC VTEC . Teknologi ini tampil pertama kalinya dikeluarga mesin 4-silinder Honda K-series ditahun 2001 (tahun 2002 di Amerika Serikat). Pengangkatan katup dan durasinya masih terbatas pada perbedaan tinggi dan rendahnya rpm, tetapi intake camshaft sekarang mampu meningkat antara 25 dan 50 derajat (tergantung konfigurasi mesin) selama berjalan.

Performa dari sistem i-VTEC pada dasarnya sama dengan sistem VTEC DOHC dari mesin B16A, keduanya mempunyai intake dan exhaust 3 cam lobe per silinder. Bagaimanapun valvetrain-nya menambah keuntungan dan perubahan dari intake cam timing. Keuntungan ekonomis dari i-VTEC sama halnya dengan SOHC VTEC-E dimana kem intake hanya punya dua cuping, yang satu kecil dan satunya besar, seperti halnya yang tidak ada VTEC di kem exhaust. Dua tipe penggerak dapat secara mudah dibedakan dari tenaga keluaran pabrik: performa penggerak antara 200 hp atau lebih dan penggerak ekonomis tidak lebih dari 160 hp yang dikeluarkan dari pabrik.

i-DSI
Konfigurasi dari mesin i-DSI L-series adalah mesin yang kecil, dengan profil yang tipis, inline-4, 8-katup, desain SOHC dengan dua buah busi per silinder. Dikarenakan bermesin SOHC dan khususnya untuk desain 8-katup (2-katup per silinder), mesin asli L-series, L13A dan L15A i-DSI dianggap menggelikan. Skema didasarkan karena pada saat ini mesin-mesin sudah berupa desain multi-valve dengan spesifikasi tinggi mendekati DOHC.
Honda menjelaskan bahwa secara obyektif desain terbaru mereka dengan mesin L-series berbahan bakar bensin adalah untuk mencapai pembakaran yang sempurna. Pembakaran yang sempurna ini dijelaskan sebagai ”pembakaran yang sempurna dari percampuran udara dan bahan bakar tanpa menyianyiakan setetespun bahan bakar dan kemudian mengubah seluruh energi dari pembakaran tersebut menjadi energi kinetik”. Untuk mencapai hal tersebut, Honda mencari-cari cara untuk mengoptimalkan proses pembakaran tersebut.

Untuk mencapai hal tersebut, Honda mengimplementasikan dua buah pendekatan: 'remarkably intensive combustion' dan 'combustion control adjusted to engine speed (rpm)'. Pada mesin L-series, cara-cara ini dilakukan melalui ruang pembakaran compact dan sistem i-DSI terbaru.
Pengembangan terbaru dari sistem i-DSI ini secara cerdas menggunakan 2 buah busi per silinder dan mencari untuk “meningkatkan” proses pembakaran dan menghilangkan peledak. Dan hasilnya, i-DSI secara langsung mampu membuat mesin menghantarkan torsi tinggi pada setiap rpm, membuat efisien/hemat bahan bakar dan mengeluarkan emisi gas buang yang bersih.

Mesin L-series terbaru, baik i-DSI ataupun VTEC merupakan sebuah seni. Yang lebih penting lagi, keduanya mempunyai karakteristik yang unik dan seluruh teknologi yang dirancang untuk menemukan rancangan yang sangat objektif. Dan untuk keseluruhan, target penting dari mesin L-series ini, apakah i-DSI ataupun VTEC merupakan mesin yang kecil, dengan profil kecil yang mampu masuk kedalam kompartemen mesin yang kecil dan sempit , emisi gas buang yang rendah dan sebagai pimpinan untuk kendaraan hemat bahan bakar pada kelasnya.

sumber: wikipedia, vtec

http://www.situsotomotif.com/berita%11otomotif/produk-baru/i%11dsi-vs-i%11vtec-honda-jazz/

Harga Ford Shelby GT500KR 2008 diumumkan

Ford Shelby Cobra Pada New York Auto Show 2008, Ford mengumumkan bahwa Ford Shelby GT500KR akan dibuatkan tambahan sebanyak 746 unit untuk tahun 2009 dalam memenuhi permintaan pasar. 571 unit dari keseluruhan 746 unit akan ditempatkan dipasar Amerika Serikat. Sejatinya Ford telah merencanakan untuk membatasi produksi dari mobil ini hanya berjumlah 1,000 unit untuk tahun 2008.

Ditahun 2007, Shelby dan Ford kembali lagi dengan Shelby GT500. Diperkenalkan pertama kali di New York International Auto Show tahun 2003, mesin dari GT500 bermesin V8 supercharged berkapasitas 5.4L (5400cc) modular yang dapat menghasilkan kekuatan hingga 500-hp dan juga termasuk menampilkan transmisi manula 6-kecepatan keluaran Tremec TR-6060, tuning suspension, bodi kit dan pelek 18 inci.

Mengintip dibalik dapur pacu Ford Shelby GT500KR yang mempunyai kapasitas 5.4L (5400 cc) dan dibalut mesin V8 supercharged yang dapat mengeluarkan kekuatan hingga 540-hp, mobil ini akan dipatok dengan harga $79,995 dan itu juga sudah termasuk dengan pajak bahan bakar yang sangat rakus dari mobil ini.

Bila sudah mencoba mengendarai Shelby ini anda pasti tidak suka lagi dengan mobil yang anda pakai ke kantor sehari-hari. Tetapi jangan pernah bayangkan berapa banyak uang yang anda habiskan untuk mengendarai mobil ini dari Jakarta-Bandung pulang-pergi. Apalagi dengan harga bensin yang baru saja melambung tinggi; mungkin lebih baik anda naik pesawat saja sekalian.

Shelby Cobra Mustang yang paling bertenaga diantara semua Mustang yang pernah dibuat ini, hanya akan tersedia di dealer-dealer Ford tertentu yang telah ditunjuk pada akhir bulan ini. Mobil ini akan memulai perdananya hanya dengan tiga jenis pilihan termasuk sebuah stereo Shaker 1000, sebuah sistem navigasi dan Radio Satelit keluaran Sirius.

Tampilan dari Ford Shelby GT500KR 2008 berdasarkan pada tampilan model klasik GT500KR 1968 yang disebut sebagai "King of the Road", dan juga termasuk dari perayaan 40 tahun logo dari Shelby, garis racing dan tanda tangan Caroll Shelby yang dibordir dikursi.

http://www.situsotomotif.com/berita%11otomotif/produk-baru/harga-ford-shelby-gt500kr-2008-diumumkan/

Daihatsu Sirion D Untuk Kalangan Remaja

Daihatsu SirionBertepatan dengan acara Grand Final "Sirion Smart Slalom" yang berlangsung di pelataran parkir Gelanggang Renang Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, pada hari minggu (25/2) malam, PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) yang bertindak sebagai Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) Daihatsu, mengumumkan varian hathback Sirion terbaru, yaitu varian D. Mobil ini merupakan model value for money Sirion untuk menarik minat konsumen di segmen mobil kota.

Kendaraan yang diperkenalkan memang bukan generasi baru dari Sirion, tetapi hanya face lift (downgrade) dan memang ditujukan untuk segmen anak muda dan juga pelanggan baru Daihatsu. Varian dari Sirion sendiri dibagi menjadi tiga varian pilihan, yaitu Sirion varian D yang bertransmisi manual dan matik serta Sirion varian M versi mewah (manual dan matik). Soal harga yang ditawarkan, varian D dibanderol lebih murah dari generasi sebelumnya, sedangkan untuk varian M masih tetap sama namun dengan fitur yang lebih mewah.


Untuk Sirion D menurut penjelasan Pradipto Sugondo, selaku Head Executive Product Dev. Division, mengalami pengurangan fitur, di antaranya tidak ada lampu kabut (Fog Lamp) dan package tray pada bagasi.
Sedangkan untuk Sirion M versi yang baru lebih mewah dengan tampilan yang lebih sporty baik eksterior maupun interiornya. Bahkan untuk warna, ada lima pilihan warna yang ditawarkan dan salah satunya kelir yang lagi tren putih.

Dari sisi eksterior, Sirion M versi baru memiliki nilai lebih dan cocok untuk anak muda sehingga tidak perlu lagi dilakukan modifikasi. Selain eksterior, tampilan interior pun dibikin sporty. Seperti jok dilapisi kulit. Lalu pada dasbor, terutama di belakang setir dan bagian atas audio didesain model karbon keflar dan setir semi-kulit.


Menurut Vice President Director PT. Astra Daihatsu Motor (ADM), Sudirman MR, dengan munculnya varian baru serta perubahan penampilan dari varian sebelumnya, pelanggan dapat memilih kendaraan sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk transmisi manual, pihak ADM mematok harga Sirion D Rp. 119,9 juta, sedangkan matik Rp. 129,9 juta. Untuk Sirion M dibanderol Rp. 133,5 juta (manual) dan Rp. 143,5 juta (Matik).
Data Spesifikasi
Sirion D Sirion M
Panjang Keseluruhan 3720 - - - - - - - 3780
Lebar keseluruhan - - - - 1665 - - - -
Tinggi Keseluruhan 1550 1585
Jarak Sumbu Roda - - - - 2440 - - - -
Jarak Pijak Roda depan - - - - 1455 - - - -
Jarak Pijak Roda Blk - - - - 1465 - - - - -
Tinggi dari Tanah 160 195
Radius Putar Minimum - - - - 4,7 - - - -
MESIN
Tipe - - - K3-VE, DOHC VVT-i - - -
Kapasitas Silinder - - - - 1298 - - - - - -
Sistem Bahan Bakar EFI (Electronic Fuel Injection)
Kapastitas tangki - - - - 40 - - - -
TRANSMISI
Tipe 5 Speed/4 Matik - - - - 5 speed/4 matik
RASIO GIGI AKHIR
Manual/Matik 4,267/4,032 - - - - 4,267/4,032

SISTEM KEMUDI
Tipe Rack and Pinion dengan Power Steering
REM
Depan Cakram (disc) berventilasi dengan booster
Belakang Drums (tromol), Leading & Trailing
Rem Parkir Mekanis pada roda belakang
SUSPENSI
Depan McPerson Struts degan per keong dan stabilizer
Belakang Mekanis pada roda belakang
BAN 175/65 R14 - - - - - 195/50 R16

Daihatsu SirionDaihatsu Sirion

http://www.situsotomotif.com/berita%11otomotif/produk-baru/daihatsu-sirion-d-untuk-kalangan-remaja/

Vellfire, Barang Barunya Toyota

Toyota VellfireTerpukul oleh melesunya penjualan di dalam negeri (Jepang) dan Amerika, Toyota Motor Corp. terus berinovasi untuk mendongkrak penjualannya. Kali ini mereka mengeluarkan dua model sekaligus yaitu Toyota Alphard dan Toyota Vellfire yang merupakan facelift dari Toyota Alphard.

Vellfire diracang untuk segment menengah di pasar Jepang dan Amerika. Desain lampu depan yang bersusun dua dan design grill yang berkarakter menjadikan Vellvire tampil lebih galak dari kakaknya, Aphard. Dimensi body tidak terlalu berbeda pada kedua mobil ini. Vellfire dikeluarkan dengan mesin 2400cc dengan kekuatan 167 dk sementara Alphard bermesin 3500cc V6 dengan 276 dk.

Toyota sendiri menargetkan dapat menjual kedua produk ini sebanyak 3.000 unit perbulan. Toyota optimis dapat menjual produk ini walau di tengah lesunya ekonomi AS dan dunia pada umumnya. Meskipun begitu Toyota memperkirakan akan ada penurunan laba perusahaan, yang dapat di hitung dari laba operasi tahun fiskal sekarang ini yang berakhir Maret, akan turun 29,5% menjadi 1,60 triliun yen.

Akahkan Honda mengeluarkan versi baru turunan dari Elysion untuk mengejar Toyota dengan Vellfirenya?

(toyota.co.jp)

http://www.situsotomotif.com/berita%11otomotif/produk-baru/vellfire,-barang-barunya-toyota/

Waspada terhadap karat di mobil

Karat MobilWaspada, mungkin itu merupakan kata yang tepat untuk menghadapi wabah yang satu ini. Karat merupakan proses alamiah secara mendasar yang mengenai bagian benda yang mengandung unsur logam khususnya besi apapun wujud bendanya.

Body mobil, bila tidak terawat baik, sangat rentan terhadap karat. Memang kita tidak dapat menghilangkan karat yang terjadi akibat proses alami, tetapi setidaknya kita dapat memperlambat proses pengkaratan dengan cara pengecekan pada mobil secara berkala.

Karat terjadi karena unsur logam besi bersentuhan dengan air yang mengandung zat asam. Semakin dibiarkan air menempel pada besi semakin banyak pula zat asam bereaksi terhadap besi yang menjadikan karat. Hal seperti ini biasanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketika anda menyuci mobil, atau anda melewati genangan air, atau ketika hujan turun. Apabila anda membiarkan air menumpuk pada body mobil yang tidak terlindungi cat berarti anda sama dengan membiarkan luka pada mobil anda.

Beberapa pencegahan yang dapat anada lakukan sebelum “penyakit” itu datang sebaiknya anda melakukab beberapa tips berikut :

  • Perhatikan cat body mobil anda
    Bila anda menemukan area dimana cat mobil anda mengelupas atau retak, segeralah ambil tindakan agar karat tidak timbul pada area tersebut.

  • Disiplinkan anda dalam merawat mobil
    Cuci mobil anda secara teratur, anda dapat melakukannya sendiri minimal seminggu sekali. Anda perlu mencuci mobil anda minimal 2 minggu sekali untuk ke pencucian mobil dan mendapatkan penyemprotan dengan air bertekanan (cuci steam) lakukan pembersihan di kolong mobil.

  • Pasang aksesoris pencegah karat
    Pasanglah berbagai macam aksesoris untuk mencegah karat, seperi penahan lumpur (mud flaps pada semua spatbor), pasang karpet yang terbuat dari plastik atau karet untuk melindungi rembesan basah di dalam mobil, dsb.

  • Perhatian bagi anda yang beraktivitas dekat pantai
    Bagi anda yang beraktivitas di daerah pantai, harus selalu memperhatikan mobil anda , karena air yang bercampur dengan garam lebih berbahaya daripada air yang mengandung lumpur atau air saja. Air yang mengandung garam dapat membuat karat pada besi bisa terjadi dalem hitungan jam. Perhatikan dan usahakan mobil selalu bersih dan kering saat parkir di garasi, upayakan jangan ada air garam yang menempel pada bagian mobil anda.

  • Segera melakukan Tindakan
    Apabila melalui genangan atau turun hujan, sebaiknya anda segera membersihan dan mengelap bagian yang terkena air sebelum air dan kotoran menumpuk pada bagian mobil anda. Bila mendapati mobil berkarat, jangan menunda lagi untuk memperbaiki. Segera ke bengkel untuk melakukan perbaikan.

Anda bisa saja memperbaiki sendiri gejala karatan pada body mobil anda, tetapi kami menyarankan untuk menyerahkannya ke bengkel agar penanganannya professional. Tetapi bila anda memutuskan untuk mengerjakannya sendiri, berikut quick tipsnya:

  • Lakukan lokalisasi area karat dengan menhancurkan bagian yang mulai mengelembung yang diakibatkan karat.

  • kemudian lakukan hingga ke bagian yang belum terjangkiti karat.

  • Biarkan bagian itu berlubang sampai benar-benar kering

  • Isi lubang tersebut dengan dempul dan ratakan sesuai dengan lekuk mobil

  • Ampelas halus bagian yang baru saja anda dempul

  • Lapisi dengan cat baru.


Saat ini di pasaran banyak diperdagangkan cat dalam botol kecil seperti cat kuku. Memang cat ini ditujukan untuk perbaikan cat pada area kecil. Anda dapat membelinya di toko cat mobil.

Kalau karat sudah melebar dan banyak sebaiknya anda segera ke bengkel untuk mendapatkan penanganan yang baik.


http://www.situsotomotif.com/tips/perawatan/waspada-terhadap-karat-di-mobil/

Mengenali Kebotakan Ban

tire4.jpgBerhati-hatilah terhadap kebotakan rambut, pastilah akan sangat mengganggu penampilan anda. Tetapi kalau ban kendaraan botak, selain merusak penampilan, juga nyawa taruhannya. Apabila jika anda tidak sering-sering memeriksa kondisi ban dengan teliti salah-salah anda kecolongan di tengah jalan.

Ban yang merupakan komponen vital kendaraan apabila botak akan dapat membahayakan nyawa anda, bayangkan apabila mobil lepas kendali karena ban kehilangan traksinya atau ban pecah di tengah jalan.Oleh karena itu hindari ban botak pada kendaraan anda

tire1.gifProdusen ban telah menyediakan tanda khusus pada setiap produknya. Kegunaan tanda tersebut adalah sebagai indikator seberapa aus ban kendaraan atau biasa disebut Tread Wear Indicator. Indikator ini berbentuk benjolan yang ada di dalam alur ban seperti terlihat pada gambar.

Semakin banyak digunakan maka permukaan ban akan semakin menipis terkikis oleh jalan. Nah bila permukaan ban anda sudah sejajar dengan Tread Wear Indicator artinya ban tersebut sudah habis masa pakainya.

Tetapi anda juga harus memahami sifat pengikisan pada permukaan ban. Biasanya pengikisan pada ban depan berbeda dengan ban belakang. Terutama pada kendaraan dengan penggerak di depan (front wheel drive). Untuk menetralisir hal ini anda disarankan untuk menukar roda depan dengan roda belakang setiap jarak tempuh 10.000 km.

tire3.jpgAda juga kebotakan ban yang diakibatkan oleh kesalahan wheel aligment. Ban akan terkikis hanya pada satu sisi saja. Hal ini diakibatkan oleh karena ketidak selarasan antara roda depan kanan dan kiri sehingga pembagian beban pada permukaan ban tidak merata. Bila hal ini terjadi biasanya anda akan merasakan setir anda seperti cenderung berjalan ke kiri atau ke kanan. Bila hal ini terdeteksi anda harus membawa kendaraan anda ke service center atau bengkel langganan anda untuk service spooring.

Lakukan pengecekan pada ban anda kira-kira satu bulan sekali untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Bila anda sedang berkunjung ke bengkel langganan anda entah itu untuk sekedar ganti oli saja atau perawatan rutin; jangan lupa untuk sekalian minta cek kondisi ban anda. Siapa tahu saja teknisi tersebut menemukan tanda-tanda keausan yang terlewatkan oleh anda sendiri.


http://www.situsotomotif.com/tips/perawatan/mengenali-kebotakan-ban/

Pengaruh Celah Busi Terhadap Konsumsi BBM

Celah alias gap busi yang sering dianggap sepele, ternyata bisa jadi faktor penyebab borosnya konsumsi BBM di motor. Makanya perawatan rutin alias servis berkala jadi sangat penting dilakukan. Salah satunya, pengecekan celah busi untuk mendapat konsumsi BBM paling ideal.

Kalau penasaran, bisa tengok buku servis yang sudah jadi kelengkapan sejak motor masih anyar. Setiap motor punya celah busi yang sudah disarankan pabrikan. Bila penyetelan di luar ketentuan, tak hanya BBM yang amblas, tetapi akselerasi dan top speed bisa tersunat.


Mesin ditahan pada 3000 rpm dengan asumsi econo ride pada kisaran ini

Celah busi disetel ulang pada 0,40 mm, 0,60 mm dan 0,80 mm
Hubungannya dengan kinerja mesin sangat erat dengan waktu pengapian dan besarnya percikan api di ruang bakar. “Kalau celah busi terlalu rapat, tarikan awal sedikit berkurang dan gejala ngelitik terasa karena mesin menjadi cepat panas,” jelas David Ahie, mekanik balap yang piawai di soal pengapian mobil.

Sebaliknya bila celah terlalu renggang, percikan api memang menjadi besar namun disertai penurunan stasioner (langsam) karena timing pengapian menjadi mundur. Berbuntut tenaga mesin menjadi enak tetapi konsumsi lebih boros.

Jadi, menurut Ahie sebaiknya setelan busi dibuat pas atau sesuai standar pabrik saja bila untuk pemakaian harian. “Kalau mau irit, rapatkan sedikit sekitar 0,1 mm atau gunakan patokan celah terkecil yang disarankan pabrik,” terangnya.

Biar tidak penasaran, OTOMOTIF melakukan tes komparasi celah (kerenggangan) busi di Suzuki Thunder 125 yang masih ‘perawan’ dari pabrik. Tes pakai busi anyar versi aftermarket merek Denso dengan kerenggangan 0,40 mm, 0,60 mm dan 0,80 mm.

Pakai bensin sejumlah 50 cc, mesin dihidupkan dengan putaran mesin konstan di 3.000 rpm. Asumsinya adalah pada putaran ini mesin dalam kondisi econo ride. Lalu mesin dihidupkan sampai 50 cc di gelas takar habis yang dibarengi pencatatan waktu.

Hasilnya cukup mengagetkan mengingat perbedaan celah busi hanya terpaut 0,20 mm setiap setelan. Dari penghitungan tes, kondisi celah busi pada setelan 0,60 mm paling hemat karena butuh waktu paling lama buat menghabiskan 50 cc bensin; 8,05 detik.

Sementara pada setelan 0,40 mm, bensin sebanyak 50 cc habis dalam waktu lebih cepat (7,43) detik yang dibarengi dengan suhu mesin lebih tinggi. Lain lagi saat busi disetel pada celah 0,80 mm. Bensin 50 cc di gelas takar habis hanya dalam waktu 6,48 detik. Dari data komparasi ini sangat menjelaskan bagaimana kerenggangan celah busi bisa berpengaruh ke konsumsi.


http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=ototips/Content/0/0/1/7/737

Senin, 23 Juni 2008

Atasi Tiger Revo Nembak

Meski terbilang baru, bukan berati motor kesayangan bebas rewel di tengah jalan. Semua tergantung kondisi (jalan atau perawatan). Seperti dialami Ardi, pemilik Honda Tiger Revo 2008. Mendadak, di knalpotnya nembak-nembak, dar.. der.. dor...


Posisi AIS di sebelah kiri bawah tangki

Slang menuju AIS menuju knalpot

“Terutama saat gas dipelintir di atas 3.000 rpm,” kata warga Bekasi ini. Besutan pun dibawa ke bengkel Yu Qita Racing (YQR). Tohari alias Jepang, si mekanik pun ngecek karbu. Karena kalo gejalanya begitu, biasanya karbu kotor atau setelannya ngaco.

Tapi lucunya, setelah karbu bersih, eh ledakan knalpot masih terjadi. Si Jepang pun langsung mencurigai AIS (air induction systemnya). “Kalo karbu beres, udah gak salah lagi, berarti AIS-nya kotor!” yakin Jepang. Dan ternyata memang betul. J

adi, AIS perlu dibersihkan juga. Membukanya, cukup sediakan tang untuk copot klip/klem slang, obeng plus dan kunci 10 untuk buka komponen AIS. Lalu bensin dan kain lap buat bersihin AIS. Dijamin, setelah saluran/slang–slang AIS dan membran AIS-nya bersih. Tunggangan gak nembak lagi, deh!

Kenapa? Karena saluran AIS selain masuk ke knalpot ada yang masuk ke filter udara dan intake manifold. “Nah, kalo saluran ini kotor atau mampet, udara yang masuk ke ruang bakar pun terhambat, akibatnya besutan kekurangan udara dan mengalami masalah,” ulas Cadel kepala mekanik YQR.


Bongkar dan bersihkan AIS

Membran AIS rawan terganjal kotoran
“Kasus ini juga kadang terjadi pada besutan yang sering diajak jalan–jalan di tempat berdebu (lingkungan sarat debu),” ulas Syafrudin, kepala bengkel Clara Motor II di Jl. Arteri Kelapa Dua No.5, Kebon Jeruk, Jakbar. Sebab jika lingkungan berdebu, udara yang dipasok juga mengandung debu.

Fungsi AIS sendiri, menyuplai udara bersih ke saluran pembuangan/knalpot. Gunanya untuk mengurangi emisi gas buang. Gas buang terdiri dari CO (carbon monoksida) dan HC (hidro carbon). Udara yang disuplai ke knalpot mengandung O2 (oksigen), sehingga gas buang dari knalpot yang awalnya CO bercampur O2 menjadi CO2 (carbon dioksida) dan awalnya HC bercampur O2 menjadi HCO2 (hidro karbon oksida). Emisi lebih sedikit.


http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=ototips/Content/0/0/1/7/539

Kampas Rem Belakang Murah buat Jupiter Z

Bebek Yamaha keluaran terbaru seperti New Vega, New Jupiter Z dan Jupiter MX dari lahirnya sudah dibekali teromol belakang dengan ukuran lebih besar ketimbang varian terdahulunya. Kini besarnya teromol seragam dengan Yamaha tipe sport seperti RX-King, Scorpio dan skutik Yamaha Mio.

Artinya semua varian Yamaha jadi bisa saling tukar kampas rem belakang tanpa perlu modifikasi alias tinggal plek. Ini jadi keuntungan pengguna Vega, Jupiter Z dan Jupiter MX, karena harga kampas rem RX-King dan Scorpio harganya lebih murah (Harga lihat tabel dibawah).

Urusan pemasangan pun tak perlu repot karena semuanya sama. ”Perbedaannya terletak pada bentuk sepatu kampas. Namun diameter, lebar asbes dan jarak antara nut pegangan sepatu rem dan tuas pengungkit sama persis sehingga tetap bisa dipasang dengan sempurna.” buka Totok dari JMA Motorsport, Yogyakarta.


Permukaan asbes RX King lebih panjang
”Malah lebih bagus kalau bebek atau skutik Yamaha pakai kampas milik motor sport Yamaha. Lebih bagus karena permukaan asbesnya lebih panjang, logikanya akan memiliki bidang gesek yang lebih luas sehingga lebih pakem ketimbang standarnya.” jelas Totok.

Selain itu Totok juga mengingatkan untuk mengganti kampas lengkap dengan per bawaan kampas yang baru.

”Kalo pake kampas rem RX-King pernya juga harus pake RX-King, soalnya ukuran per motor sport, bebek dan skutik berbeda sesuai dengan bentuk sepatu kampas remnya.” tutup Totok. Wah makin pakem, makin hemat juga bukan?


http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=ototips/Content/0/0/1/7/475

Bikin Irit Mio Pakai Spuyer Kaze

Seliter Premium Rp 6 ribu! Ah enggak masalah, karena banyak cara dilakukan untuk mengefisiensikan pemakaian bensin ini. Seperti dipraktikkan Ahmad, mekanik Hansen Motor (HM). Dia eksperimen di Yamaha Mio dengan pakai spuyer motor lain yang sama-sama pakai karbu vakum.

Maksudnya? “Ya, main jet punya Kawasaki Kaze, lalu pilot jet bawaan Honda Karisma,” papar pria biasa disapa Madun ini. Lo, apa istimewanya? “Ukuran spuyer itu lebih kecil dibanding punya Mio.” Wah, ini namanya nyekek, dong? Bukannya tak direkomendasi?

“Emang sih, pabrikan gak rekomendasi. Tapi ya, namanya akal-akalan, tetap aja banyak motormania yang menerapkan!” beber Madun. Oke.. oke... buat wacana, coba jelasin caranya gimana? “Pastinya, selain sediain spuyer tadi, juga karet slang!”

Nah, menurut Madun, karet slang buangan angin dipake biar bukaan jarum skep enggak terlalu gede. “Panjangnya cukup 1,5 cm!” sambar Madun sembari bilang, resepnya ini butuh biaya Rp 30 ribu buat beli repair kit karbu Kaze dan Karisma.


(kiri-kanan) Pilot Jet Kharisma, main jet Kaze dan potongan slang karet
Atau kalo mau irit, bisa juga hunting ke bengkel umum nyari limpahan spuyer yang tak terpakai. Cara pasangnya, pasti diawali membongkar cover bodi penutup karbu, lalu jok dan bagasi. Okelah, untuk tahap ini, Anda pasti sudah mahir melakukannya.

Setelah peranti pengabut terlihat, tinggal lepas selubung pengikat manifold, slang bensin dan pernafasan. Lalu copot mur pengunci di bawah karbu, tepatnya di tempat bersarangnya pelampung dan spuyer. Ganti spuyer Mio dengan Kaze.

Berikutnya tinggal lepas mur pengikat di tempat bercokolnya per berikut pangkal jarum skep. Selipkan potongan karet slang tadi di tengah per. “Kalo udah, tinggal pasang lagi karbu. Buktiin sendiri khasiatnya,” tantang Madun yang aseli Betawi ini. Bener, nih?


http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=ototips/Content/0/0/1/7/597

Minggu, 22 Juni 2008

2008 Ducati 1098 R Preview

ducati 1098 r
The lightest, most powerful twin-cylinder bike ever and true competition-level traction control system supplied as standard for maximum track performance.
The 1098 R is the ultimate Superbike. The most advanced, most powerful twin-cylinder motorcycle ever built, with the highest torque-to-weight ratio in the sport bike category. It is the product of a team of designers and engineers focussed on one objective only – to win.

The ‘R’ is a race bike, pure and simple. Its competition specification and superior components together with advanced electronics and race-proven chassis technology deliver a level of performance that empowers you with confidence and capability.

World Superbike rule changes mean that the road-going ‘R’ version is closer than ever to the factory race bike. The 1098 R is not a replica - it’s the real deal. An incredible 180hp L-Twin Testastretta Evoluzione engine in a race-winning Trellis chassis set-up tips the scales at an unbelievably lightweight 165kg (364lbs) and comes with a race kit that introduces Ducati Corse’s world championship winning traction control system.

Once again, Ducati raises the bar and sets the world standard for sport bikes while turning the heads and racing the hearts of enthusiasts throughout the world.

1098 Technology: Trademark Ducati features like the high tail section, compact front end, twin under-seat silencers and single-sided swingarm are just some of the features that turned the 1098 models into an instant award-winning success. When launched in November 2006, the 1098 and 1098 S introduced a number of ‘firsts’ for Ducati and production sport bike design. It was the first production motorcycle to have the amazing stopping power of Brembo Monobloc brakes, the first to have a data acquisition system integrated as standard equipment and the first to use an ingenious construction method for its weight-saving single-sided swingarm. More ‘firsts’ for a roadgoing Ducati included the direct application of MotoGP technology, like the power producing GP6- derived elliptical throttle bodies and the use of the information-rich instrumentation originally developed for the World Championship-winning Desmosedici GP7.

The ‘R’ version of the 1098 is not only the flagship of the Superbike family, but also the platform on which the very latest Ducati Corse technologies are expressed in street bike form. The 1098 R takes all the original 1098 features, reduces weight even further and adds an extra 20 horsepower, traction control, sand-cast crankcases, titanium valves and con-rods, TTX rear suspension and much more to produce the most awesome performance ever seen in this category.

The 1098 R comes with a race kit, which is intended for track use only, boosting power output from 180 to approximately 186hp. The kit consists of a 102dB carbon fibre slip-on muffler kit by Termignoni and a dedicated ECU. The ECU not only has reconfigured mapping to suit the racing mufflers, but also initiates the system dialogue that controls the DTC (Ducati Traction Control) system. The 1098 R is the first ever production bike to be fitted with a true competition-level traction control.
93.2008 Ducati 1098 R
2008 Ducati 1098 R

The 1098 R engine represents the finest twin-cylinder technology in the world. It produces 180hp (132.4kW) @ 9,750rpm and 99.1 lb-ft (13.7kgm) of brute torque @ 7,750rpm in standard mode and an astonishing 186hp when using the supplied race kit, which is intended for track use only.

The specification of this engine underlines its no-compromise race technology. To help contain the massive ‘R’ power output, the crankcases and cylinder heads have been sand-cast produced, a process that improves the molecular quality of the casting, increasing strength while ensuring that intricate shapes are achieved with absolute accuracy. Confirming the 1098 R’s race specification by minimising weight and increasing performance, the crankshaft connecting rods are made in titanium saving 130g over the stock 1098 rods while reducing their reciprocating forces and improving crankshaft acceleration. Cam belt covers moulded in carbon fibre and cam covers cast in magnesium alloy complete the lightweight package. The result is a weight saving of 5.6kg (12.34lbs) over the 999R engine and 2.2kg (4.8lbs) less than the 1098.

The increased capacity of 1198.4cc is the product of a larger bore and stroke of 106 x 67.9mm and is fed through four titanium valves per cylinder and compressed to a ratio of 12.8:1. The valves, which are chrome nitride (CrN) coated, have been increased in diameter by approximately 5% to 44.3mm for the inlet and 36.2mm for the exhaust. They are actuated by rocker arms that are super-finished for reduced friction and fatigue, and double overhead camshafts with radical profiles that achieve approximately 16% more lift than the standard 1098.

These incredible valve performances are only possible because of Ducati’s unique Desmodromic system, where valve closure is activated mechanically. At high rpm it would be almost impossible for the valve to follow the steep closure profile of the cam lobe if it were relying upon a normal valve spring, but with the Desmo system the valve is mechanically closed with the same accuracy as it is opened, enabling steep cam profiles and radical cam timings. This system is used on every single Ducati motorcycle including the world-beating Desmosedici MotoGP bike.

The pistons utilise the same design developed for the Desmosedici in the Ducati MotoGP program by using a distinctive double-ribbed undercrown to achieve high strength with minimal piston wall surface area and, therefore, less friction. In this way, the 106mm RR58 alloy components are able to operate reliably at high rpm while delivering incredible performance.

The 1098 R elliptical throttle bodies have been increased 6.5% in size compared to the 1098, a diameter now equal to 63.9mm. For the first time on a road-going Ducati, twin injectors are used on each cylinder. The first centrally mounted injector feeds through a 4-hole nozzle while the second offset injector feeds through a 12-hole nozzle ensuring progressive and fluid power delivery throughout the rev-range. With this configuration the system has the capacity to provide much heavier fueling when used in competition.

The gearbox shares the same ratios as the 1098 and 1098 S, except for 3rd, 4th and 6th gear, which has a higher ratio so as to be able fully exploit the speed gained from the supplied race kit or additional performance modifications. Also with performance in mind and because of its high resistance to fatigue, the gears are machined from the same high-strength steel used in Ducati Corse race applications with 3rd, 4th, 5th and 6th gears being subjected to a shot-peening treatment that further ensures their strength and reduced fatigue. The dry, multiplate ‘slipper’ clutch reduces the destabilising effect of aggressive downshifting and helps provide the fine control required when used under extreme track conditions.

The 2-1-2 exhaust system, which complies with Euro 3 emission standards, is formed in 52mm- 57mm diameter tubing with a wall thickness of 0.8mm (.030in) and terminates with Ducati’s trademark twin under-seat mufflers beautifully formed in super lightweight titanium and stainless steel.
94.2008 Ducati 1098 R
2008 Ducati 1098 R

The 1098 R chassis and suspension components are the results of detailed study and a performance first priority approach to development. The goal was to achieve even more weight saving while building in strength and rigidity to manage the incredible power of the new 180hp engine. The result is an impressive 16kg (35lbs) overall vehicle weight reduction compared to the 999R and an impressive 6kg (13lbs) over the already lightweight 1098 S.

Trellis frame

Developed in cooperation with Ducati Corse, the 1098 R Trellis frame features main section tubes in ALS 450 with a diameter of 34mm and 1.5mm thickness to achieve a total weight of just 9kg (19.8lbs) and an extremely high strength-to-weight ratio. Race-proven with hundreds of victories, the Trellis design remains the chosen engineering solution by Ducati Corse and a feature of every Ducati motorcycle.

Front subframe

As with all the models in the Superbike family, the front subframe is produced in magnesium alloy to reduce the weight to just 0.61kg (1.3lbs). While its construction ensures secure, rigid support for the headlamp, instruments and fairing, the weight-saving around this high, forward position contributes considerably to overall ‘feel’ and control of the machine.

Rear subframe

Underlining its competition intention, the 1098 R is designed as a true ‘monoposto’ with no provisions to carry a passenger. By producing the rear subframe in aluminium alloy it has enabled a 50% weight reduction (compared to biposto models) to 1.3kg (2.8lbs).

Single-sided swingarm

The 1098’s unique single-sided swingarm is made up of main operational components in aluminium castings so as to ensure strength around the pivot points, wheel hub and suspension links, with fabricated aluminium sections used to fuse the construction into a single, beautifully engineered component. For the ‘R’ model, the swingarm is finished in black to denote its racing status as well as to contrast sharply against the ‘racing gold’ wheels.

Rear Suspension

Working together with the single-sided swingarm and an efficient linkage is a fully adjustable Öhlins TTX single shock. Used for the first time on a Ducati production bike, this exclusive shock gives top performance while enabling considerable weight-saving over similar components produced with traditional technology.

The TTX uses twin tube technology and offers totally separate damping adjustment in compression and rebound. It uses experience gained in MotoGP to minimise friction and reduce the risk of cavitation under extreme conditions. A vitally important feature of the rear suspension system is the ability to adjust rear ride height independent of spring pre-load and other suspension settings, critical when seeking the perfect set-up for personal riding style or track conditions.

Front Suspension

The front the of new 1098 R boasts fully adjustable 43mm Öhlins with low friction Titanium Nitride sliders feature radial Monobloc caliper mountings. The unique look of these mountings further endorses the no-compromise racing specification of the 1098 R. The Öhlins set-up offers superior road holding, delivers precise feedback, and enables every rider to be more confident and in control. The Öhlins package is completed with a control-enhancing, fully adjustable steering damper.
95.2008 Ducati 1098 R
2008 Ducati 1098 R

Brembo Monobloc calipers

The 1098 R is also equipped with Brembo’s Monobloc caliper racing technology. The M4 calipers use four 34mm pistons and two large surface pads for maximum stopping power. The calipers are machined from a single piece of alloy compared to the bolt-together construction of conventional ones. The Monobloc design has much higher rigidity and resistance to distortion during extreme braking and gives a much more precise feel at the brake lever. The massive 330mm discs and Monobloc caliper technology combined with the legendary stability of Ducati’s Trellis frame and the 1098 R’s lightweight 165kg (364lbs) now makes world championship level brake performance available for the road.

Super lightweight wheels

One of the most effective ways to improve the handling and performance of a motorcycle is to reduce its unsprung weight by using superior lightweight wheels. The 1098 R uses lightweight Marchesini Y-shaped spoke wheels created from forged then machined alloy and finished in ‘racing gold’. Both front and rear wheels achieve a lower moment of inertia and unsprung weight to enhance the 1098 R’s change of direction and braking performance.

Fairing and finish

Wind-tunnel development has enabled excellent aerodynamic penetration, allowing the rider to take a perfect racing stance, effortlessly. Great care has been taken in the design of the air supply ducts so to ensure efficient air-flow through radiator and oil coolers as well as provide ample air delivery to the airbox feeding the powerful Testastretta Evoluzione engine. The fairing belly-pan, tank lower side panels, seat assembly and front fender in carbon fibre are contributing factors to the overall performance of the machine.

In true ‘R’ style, the red bodywork sports white background number plates on the tail section and nose fairing. The front and rear Marchesini wheels are finished in ‘racing gold’, exactly the same as the F08 official factory race bikes and the fairing belly-pan, front fender and side panels are left in a contrasting natural carbon fibre finish.

Finally, the small red, white and green tricolore graphic, neatly shaped between the twin headlamps in the nose fairing, proudly underlines the Italian design, style and precision race engineering of this motorcycle.

Electronics

Instrumentation

Desmosedici-style digital instrumentation is taken from Ducati’s MotoGP World Championship winning GP7 project. This pure racing, minimalist solution has no switches or buttons to compromise its clean lines. Instead, information additional to the default read-out is managed by handlebar-mounted switch gear, allowing the rider to scroll through and select from various menus. The default read-out presents rpm and speed, with the former displayed across the screen in a progressive bar graph. Optionally, the rpm and speed can be displayed in numeric values. The instrument display also doubles as a control panel for the activation of the data acquisition system as well as listing lap times recorded by using the high-beam flash button as a stopwatch. For the 1098 R, fitting of the race kit initiates dialogue between the race kit ECU and the display to activate the DTC (Ducati Traction Control).

Traction control

For the first time ever on a production motorcycle, a true competition-level traction control system comes integrated into the 1098 R electronics as standard equipment. Activated by fitting the race kit ECU, which is designed to be used with the race mufflers and so intended for track use only, the Ducati Traction Control (DTC) system is accessible via the digital instrument display and offers eight levels of control.

The DTC is the same system developed and used by Ducati Corse for their world championship winning MotoGP and World Superbike projects and offers a choice of eight profiles developed by professional racers. Each profile has been programmed with a wheel-spin tolerance matched to progressive riding levels of skill and confidence from one to eight. Underlining the fact that this is a professional system intended strictly for track use only by competent riders, profile eight has been developed by the official Ducati MotoGP test rider, Vittoriano Guareschi.

Choose the profile that best suits the track conditions and riding style and, upon activation, front and rear wheel sensors compare speed differential to sense when rear traction is being broken (wheel-spin). Using exactly the same software logic developed and used by Ducati Corse, instant electronic adjustment to the ignition advance or a pattern of ‘spark cuts’ initiates immediate control over power output so as to restore traction at the rear wheel before re-establishing normal power delivery. In this way, DTC provides an incredible advantage during mid-corner acceleration.

Once again Ducati raises the bar for the sport bike category by transferring its MotoGP race technology into production.

Data acquisition

Supplied with the 1098 R, the Ducati Data Analyser (DDA), which includes PC software, a USBready data retrieval card and instructions, enables owners to review and analyse the performance of the bike and its rider, and make comparisons between various channels of information.

Normally used on race bikes only, the system records numerous channels of data including throttle opening, vehicle speed, engine rpm, engine temperature, distance travelled, laps and lap times. The system also automatically calculates engine rpm and vehicle speed data so as to also display gear selection as an additional channel of information. At the end of a ride or track session, up to 2mb (approximately 3.5 hours) of data can be downloaded to a PC ready to compare, analyse and get an inside view of the performance of both the rider and the 1098 R.

Data can be analysed in graphic form with options to zoom into detail of specific sections. Dragging a trace along a timeline to reveal individual values of the above listed channels enables the user to analyse performance in the same way that data technicians are able in factory teams.
96.2008 Ducati 1098 R
2008 Ducati 1098 R

Engine

Type: L-Twin cylinder, 4 valve per cylinder Desmodromic, liquid cooled
Displacement: 1198.4cc
Bore x Stroke: 106x67.9mm
Compression Ratio: 12.8:1
Power: 180hp - 132.4kw @ 9750rpm
Torque: 99.1lb-ft 134Nm @ 7750rpm
Fuel injection: Marelli electronic fuel injection, elliptical throttle bodies.
Exhaust: Lightweight 2-1-2 system with catalytic converter and 2 lambda probes. Twin stainless steel and titanium mufflers
Emissions: Euro 3

Chassis

Frame: Tubular steel Trellis frame in ALS 450
Wheelbase: 1430mm / 56.3 in
Rake: 24°30’ / 24,5°
Front suspension: Öhlins 43mm fully adjustable upside-down fork with TiN
Front wheel travel: 120mm / 4.7in
Front brake: 2 x 330mm semi-floating discs, radially mounted Brembo Monobloc calipers 4-piston, 2-pad.
Front wheel: 5-spoke in forged light alloy 3.50 x 17
Front tyre: 120/70 ZR17
Rear suspension: Progressive linkage with fully adjustable Öhlins TTXR monoshock with top-out spring. Aluminium single-sided swingarm
Rear wheel travel: 127mm / 5in
Rear brake: 245mm disc, 2-piston caliper
Rear wheel: 5-spoke forged light alloy 6.00 x 17
Rear tyre: 190/55 ZR17
Fuel tank capacity: 15.5L (of which 4L reserve) / 4.1 US gal (of which 1 US gal reserve)
Seat height: 820mm / 32.2in
Instruments: Digital MotoGP derived unit displaying: Speedometer, rev counter, clock, scheduled maintenance warning, warning light for low oil pressure, fuel level, oil temperature, fuel reserve, trip fuel, neutral, turn signals, average speed, average fuel consumption, remaining fuel metre, immobilizer. DDA system enabled.
Warranty: 2 years unlimited mileage
Body colours (frame/wheels): Red / Racing Gold
Versions: Single seat

Transmission

Gearbox: 6 speed
Ratios:

  • 1st 37/15,
  • 2nd 30/17,
  • 3rd 27/20,
  • 4th 24/22,
  • 5th 24/23,
  • 6th 22/25

Primary drive: Straight cut gears, Ratio 1.84:1
Final drive: Chain; Front sprocket 15; Rear sprocket 38
Clutch: Dry multiplate with hydraulic control slipper clutch

http://www.topspeed.com/motorcycles/motorcycle-reviews/ducati/2008-ducati-1098-r-ar51382.html

2009 Yamaha YZ85 Preview

Yamaha’s new YZ85 stands as one of the best means to power you from mini bikes to the real think. Even though it still is an evolutionary step in an ambitious rider’s career, this is the bike on which the first racing skills are being developed and that’s all that matters sometimes.

A smaller replica of the YZ250 and YZ125, the recently revised two-stroke model is sure to be a great success because no matter what you’ll do, it doesn’t manage to stay behind even if you play around with palls on bigger rides.


Introduction

96. 2009 Yamaha YZ85
2009 Yamaha YZ85

The bike’s main feature resume to the 84.7cc liquid-cooled cranckcase reed-valve inducted engine that comes mated to a six-speed gearbox. An enjoyable revver, the two-stroke motor remains a dear friend on each track section and the small in size, low in weight gearbox is there to make sure you get the best out of it. All through the rev range, there is a lot of power, perfect to make it a leader in motocross races.

Read about the single backbone, semi-double-cradle frame and you’ll know that this is not a bike that goes out of control easily and together with the adjustable suspensions, it will definitely become the most adaptable offering on the market.

History

78. 2002 Yamaha YZ85
2002 Yamaha YZ85

Having used their dirt bike legacy that started early in the 1970s, Yamaha has pulled out an impressive bike from the very first model year (2002). It arrived late – that’s a fact –, but it made its presence felt from the very first time.

There haven’t been done much modification to it, except styling, and the bike simply followed its ascendant line through its relatively short and bumpy career. Many motocross riders “made their hands” on one of these things and there was no better time to launch the new one than together with the entire 2009 lineup.

Competition

It would have been a perfect world if nobody else would have thrown the glove, but we couldn’t have talked about competition in that situation and this is the generating factor to heavy development almost each and every time.

79. 2009 Suzuki RM85
2009 Suzuki RM85

Suzuki is in for conquering the hearts of small motocross addicts and the results of that are known as the RM85 and the RM85L. Also being developed like a true competition motocross bike, the RM is an identical alternative to the bike we’ve decided to study for today. The engine is, as you can suppose, an 84.7cc, liquid-cooled, case-reed and comes fitted with aluminum exhaust valves, feeding it better and developing more power. It is also inspired on its bigger siblings and, like on the Yamaha, its gearbox has six speeds so that it will push the engine longer. The only thing remaining to be mentioned is the chassis, composed of the rigid frame and fully-adjustable suspensions for adaptability and ease of riding.

Differently from Yamaha, Suzuki also offers the RM85L. This last comes with bigger wheels and a longer swingarm apart from the model just presented.

80. 2009 Kawasaki KX85
2009 Kawasaki KX85

Kawasaki wasn’t supposed not to initiate beginners into motocross so it renewed the KX85 for 2009 model year. The engine is the same 84cc liquid-cooled, two-stroke, single-cylinder, but implements new features such as the electrofusion-coated cylinder. All in all, it develops comparable power with the previously mentioned bikes and the frame is also a high-tensile perimeter one, making it feel the same as a Yamaha or Suzuki, only that it come with green paint.

What comes as an advantage on the Kawasaki is the Uni-Trak rear suspension unit that keeps it more stable around the corners, something that contributes at gaining performance.

The Honda CR85R is also a powerful opponent even though it hasn’t been revised from 2007 and doesn’t get our full attention.

Exterior

95. 2009 Yamaha YZ85
2009 Yamaha YZ85

Yamaha’s smallest motocrosser is also the nicest as it has the racing design features of the bigger models that lead to its creation. Bikers who were meeting 125cc bikes after only riding mini motorcycles felt like the step was too big for them to handle and this is how the medium-sized YZ85 was introduced.

Of course, it had to look good and make a great first impression because, as you already know, a kid will always choose with its heart, even though it has competition in mind. Also, that very same kid will stick to the maker that initiated him and that is another reason why Yamaha needed the gorgeous small model.

From fenders, side panels and seat to mudguards and number plates, the Yamaha YZ85 is a small replica of either the YZ125 or the YZ250, you choose it. Compact and aggressive, this is the 2009 model year.

Price

Deciding to go for the Yamaha is the easiest thing and I bet the price will also have a certain influence. Even though it is not the lowest, the MSRP of $3,349 situates it between the Suzuki RM85 ($3,499) and the Kawasaki KX85 ($3,299).

Also showing it can be advantageous, the new 85cc Yamaha dirt spreader is in for a successful year.

Conclusion

Yet another 2009 Yamaha model which, although not heavily revised, makes quite an entry due to its refreshed looks and small details that complete the overall renewed feel.

It is indeed small, but its performance and adaptive behavior determine a rider to ride it for several seasons until finally feeling like it excelled it and heading towards the angrier two-stroke or four-stroke models.

http://www.topspeed.com/motorcycles/motorcycle-reviews/yamaha/2009-yamaha-yz85-ar59327.html